Langsung ke konten utama

Pentas Demokrasi Di tengah Kemajuan Tekhnologi


Pemilu 2019 sebagai puncak pesta demokrasi 5 tahunan sejatinya masih tinggal 13 hari akan tetapi perdebatan – perdebatan serta opini publik baik di dunia nyata maupun di dunia maya sudah menghiasi lapisan-lapisan masyarakat. Itu semua tidak lepas dari perkembangan tekhnologi dan media informasi.
Pada awalnya tekhnologi berkembang secara lambat namun seiring dengan kemajuan tingkat kebudayaan dan peradaban manusia perkembangan tekhnologi berkembang dengan cepat. karena semakin maju kebudayaanya, semakin berkembang tekhnologinya karena tekhnologi merupakan perkembangan dari kebudayaan yang maju dengan pesat.
Peran tekhnologi dalam mempengaruhi perubahan pola hidup manusia bukanlah sebuah hal yang perlu ditanyakan lagi. Tekhnologi dapat menyatukan masyarakat dapat pula memisahkan masyarakat setidaknya ada empat perubahan kecenderungan berpikir yang diakibatkan oleh perkembangan tekhnologi, yaitu pertama tumbuhnya reifikasi, yaitu anggapan bahwa yang semakin luas dalam kenyataan harus        diwujudkan dalam bentuk – bentuk lahiriah dan diukur secara kualitatif kedua manipulasi, yaitu kemampuan mamanipulasi yang tinggi bagi kerangka berfikir manusia yang disebabkan kemampuan tekhnologi dalam mengubah dan mengolah benda – benda alamiah menjadi sesuatu yang bersifat artifisial demi kepentingan manusia. Ketiga fragmentasi, yaitu adanya spesialisasi dalam pembagian kerja yang akhirnya menuntut profesionalisme dalam dunia kerja. Keempat individualisasi yang dicirikan dengan semakin renggangnya ikatan seseorang dengan masyarakatnya dan semakin besarnya peranan individu dalam tingkah laku sehari – hari.  
Dengan dicanangkannya deklarasi bahwa abad ini adalah abad informasi membuat siapapun yang memiliki akses kepada media informasi memiliki kemampuan untuk mengarahkan dan membentuk opini publik sesuai dengan yang diharapkannya. Karena itu, tidak mengherankan kalau kemunculan informasi di Indonesia juga tidak dapat dijelaskan oleh rasionalitas ekonomi saja. Hal ini juga terkait erat dengan keinginan untuk berkuasa. Ide, gagasan, dan isu politik akan dapat dengan mudah ditransfer dan dikomunikasikan melalui media informasi. Hal ini membuat kekuasaan politik tidak hanya ada di tangan partai politik, tetapi juga siapapun yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan publik. 
Dunia politik juga ditandai dengan keterlibatan media dalam hiruk pikuk berpolitik. Media dalam hal ini diartikan secara luas, yaitu segala sarana yang terkait dengan penyampaian pesan, baik yang bersifat riil maupun simbolik dari institusi politik kepada masyarakat yang lebih luas. Setidaknya hal ini dibuktikan oleh presiden AS Franklin D Roosevelt, dia memanfaatkan radio untuk menjelaskan kebijakan pemerintah AS waktu itu kepada rakyatnya begitu juga Jhon F Kennedy dan Richard Nixon yang memanfaatkan media televisi dan radio untuk berdebat untuk mensosialisasikan pikiran – pikiran mereka untuk memperebutkan jabatan presiden. Keefektifan media informasi dalam menyampaikan pesan politik telah menjadikannya sebagai ajang baru dalam pertempuran politik.
meskipun pada kenyataannya hubungan itu tidak sesederhana ini banyak gangguan – gangguan yang dapat menjauhkan dari tujuan semula misalnya gangguan yang disebabkan oleh partai, calon dan pendukung dalam menyatakan image positifnya, mengklarifikasi informasi dan menolak tuduhan yang di berikan lawan politiknya selain itu terdapat bias persepsi dari setiap individu. Gangguan juga dapat berasal dari media itu sendiri, di mana informasi yang di berikan oleh sender bisa diartikan berbeda oleh jurnalis yang meliput.
Misalnya  sebuah kasus beberapa waktu yang lalu ceramah seorang habib yang menghina presiden tidak akan menjadi berita yang begitu ramai dibicarakan kalau kita tidak hidup di era kebebasan pers dan media informasi. Sulit sekali untuk menyembunyikan kebobrokan prilaku dewasa ini. Informasi dan berita tidak mengenakkan akan dapat dengan mudah tersebar melalui whatsaap, internet dan media informasi lainnya. Dimana pemberitaan media massa ini sangatlah efektif dalam membentuk opini publik akan suatu hal.
Oleh karena itu menurut beberapa kajian menunjukkan bahwa media komunikasi dan pertukaran informasi berpeluang merevolusi sistem, struktur dan proses demokrasi serta mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi opini publik dan prilaku masyarakat. Media dianggap memiliki peran sangat penting dalam menstranmisi dan menstimulasi permasalahan politik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kemana Setelah UN?

Kemana Setelah UN? Pelaksanaan ujian nasioanal 2019 sebagaimana yang di jadwalkan oleh Kemendikbud sejatinya berakhir pada tanggal 08 april 2019. Bagi semua siswa kelas XII, masa-masa seperti ini merupakan saat-saat terakhir bagi mereka menggunakan seragam putih abu-abu. berakhirnya ujian nasioanal ini bukanlah akhir dari segalanya, akan tetapi ini merupakan awal yang baru untuk memulai sesuatu, yang tentunya nanti akan memunculkan pertanyaan “ kemana setelah lulus SMA”? Pertanyaan seperti itulah terkadang yang sering muncul di benak para pelajar yang baru selesai dari bangku SMA. Tidak banyak dari mereka yang kebingunan akan tujuan kemana mereka setelah UN. Apakah mereka akan melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau mencari lapangan pekerjaan, atau melaksanakan walimahan alias menikah? Sekarang saatnya kamu menjawab pertanyaan tadi, yang belum kamu temukan jawabannya, yaitu pertanyaan, "Mau ke mana, sih, kamu?" Jawaban pertanyaan ini menentukan apa...

Teroriskah AKU?

Dalam pandangan umum terorisme merupakan fenomena yang lahir dari kebencian dan dendam, namun pandangan itu masih satu sisi. Namun di sisi yang lain kebencian dan dendam lahir dari suatu situasi, situasi itu adalah kegagalan cinta. Dalam cinta memerlukan sebuah kesadaran, tanpa kesadaran cinta akan bermuara dalam kebencian . Terorisme diawali dengan perasaan cinta yang meluap akan Tuhan. Tuhan mengajarkan nilai-nilai kehidupan, dan orang mematuhi serta menerapkannya dalam kehidupan. Keteguhan hati pada prinsip-prinsip hidup mewarnai setiap tindakan. Sebuah Cinta yang meluap dan hidup penuh penghayatan akan menjadi sebuah kenyataan eksistensial yang bermakna. Kita dapat menemukan banyak orang semacam ini di sekitar , yakni orang-orang kecil dengan semangat yang besar untuk hidup sesuai dengan ajaran Tuhan, seperti yang tertera pada agama -agama yang dihayatinya. Mereka menjalani kehidupan se hari-hari dengan penghayatan diri yang orsinil , tanpa kepura-puraan. Hidup mereka ...

Hijrah ala Ilmu Fisika

Sedikit penjelasan, mengenai judul tulisan kali ini, hijrah bukan berarti harus lekat dengan urusan keagamaan. Namun, hijrah itu sendiri berarti pindah, atau perpindahan. Lalu, apa maksud dari kata hijrah alias perpindahan itu sendiri? Dan, apa pentingnya perpindahan untuk mencapai kesuksesan? Baik, sebentar lagi kita akan tahu jawabannya. Yang perlu kita ketahui ialah, sejatinya, kita sebagai manusia itu akan terus dan akan selalu berpindah. Pindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Dari suatu kebiasaan ke kebiasaan lain. Setiap hal dalam tiap inci variabel kehidupan. Terus, hingga meninggal pun kita melakukan perpindahan. Pindah alam . Dalam berusaha mencapai kesuksesan pun, selain melakukan pergerakan, aksi, kita juga wajib melakukan perpindahan. Walaupun begitu, sebetulnya sudah berani aksi pun itu juga merupakan suatu perpindahan. Pindah dari zona nyaman ke zona yang tak nyaman sama sekali dan penuh tantangan. Pokoknya keluar dari zona nyaman itu penuh...