Langsung ke konten utama

Optimisme Demokrasi Nurhadi-Aldo


Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan kemunculan pasangan presiden fiktif yaitu Nurhadi-Aldo (DilDo). bagaimana tidak pasangan nomor urut 10 yang di usung oleh koalisi Indonesia Tronjal-Tronjol Maha Asyik itu hadir dengan membawa visi dan misi  dan  program yang meyakin bagi publlik. Pasangan Dildo hadir ke tengah-tengah publik yang saat ini banyak yang resah melihat pola dan tingkah para politikus. kemunculan paslon nurhadi aldo sendiri dimulai dari gagasan sekelompok anak muda yang memiliki ide agar pemilihan umum 2019 dapat berjalan tanpa kampanye hitam.
Pasangan nurhadi-aldo aktif berkampanye, menyampaikan pesan-pesan lewat media sosial instagram facebook dan twitter, melalui meme yang berseliweran di media sosial. sebagai mana yang di sampaikan salah satu tim suksesnya “ketika pasangan nurhadi aldo keluar dalam bentuk banyolan maka akan ada banyak yang bisa dikritik, ada pemerintah, politisi, ketimbang berantem sesama masyarakat”.ujar salah satu tim suksesnya
Salah satu pesan yang disajikan  dalam meme yang beredar,yaitu; ‘tuhan memiliki manifestasi yang berbeda disetiap isi kepala manusia” manifestasi dan representasi tuhan memiliki pengertian yang berbeda-beda tergantung dari setiap pemikiran individu. Dari situlah pasangan dildo berharap janganlah menjadikan perbedaan sebagai sesuatu untuk memulai konflik dia berharap jadikanlah perbedaan sebagai bahan diskusi untuk menghasilkan pemikiran baru menuju indonesia lebih maju, demikian caption dari unggahan akun instagram Nurhadi_Aldo.
Pernyataan tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat karena kenyataan bahwa masyarakat memang terdiri atas keragaman atau perbedaan dari masing-masing individu. Konflik merupakan sesuatu yang selalu ada dan bersifat abadi dalam kehidupan masyarakat. Beberapa kalangan mungkin melihat konflik sebagai sesuatu negatif yang harus dihindari dengan alasan apapun sementara ada pihak lain yang sangat mungkin melihatnya sebagai suatu fenomena yang tidak dapat dihindari namun memerlukan kemampuan untuk mengaturnya. Bahasa yang sederhana tapi mengandung makna filosofis  di dalamnya  tentang konflik dan kebebasan dalam demokrasi.
Memang pada hakikatnya manusia sejak awal berbeda latar belakang serta kondisi yang berbeda dan punya beragam kepentingan, pada dasarnya telah menyebabkan suatu masyarakat akan senantiasa mempertemukan berbagai perbedaan dan menghasilkan konflik di dalamnya oleh karena itu ketika suatu sistem memberikan kebebasan dan kesetaraan bagi setiap individu yang berbeda dan kemudian diberikan kesempatan untuk mengambil sebuah keputusan bagi kepentingan bersama maka hampir mustahil untuk menghindari terjadinya konflik dalam sistem tersebut.
Kehadiran konflik sebagai bagian yang wajar dari konteks keragaman individu masyarakat menunjukkan bahwa yang di butuhhkan dalam kontek masyarakat adalah adanya suatu upaya untuk menata konflik sehingga terbentuk suatu harmoni dalam masyarakat. Harmoni tersebut masih dipahami sebagai sesuatu yang terbentuk atas keragaman dan perbedaan dan bukan sesuatu yang memaksakan adanya kesamaan diantara keragaman keinginan dan berbagai tujuan-tujuan dalam hidupnya.
Demokrasi sebagai nilai dibangun di atas tiga pilar, pertama kebebasan. Demokrasi harus didukung oleh kebebasan individu dalam mengekspresikan gagasan dan kreativitasnya. karena demokrasi menuntut kebebasan berpendapat maka tidak akan ada sensor terhadap pendapat. pilar kedua adalah Pluralisme. Kebebasan perlu diiringi dengan penghargaan atas keragaman dan penghormatan terhadap kemajemukan. Pilar ketiga adalah adanya sampul pengikat atau toleransi.
Dengan demikian demokrasi menjadi jalan untuk mengolah perbedaan-perbedaan daam masyarakat dalam konteks yang saling menghormati. Hal ini mungkin tidak mengejutkan, kemudian banyak kalangan meyakini bahwa dalam konteks politik demokrasi dapat mendorong rasa hormat yang  lebih besar serta keikut sertaan masyarakat yang melibatkan aspek moral, soaial dan budaya dalam kehidupan mereka yang beragam. Demokrasi kemudian menjadi ruang yang membela adanya perbedaan pendapat sebagai suatu kewajaran oleh karenanya partisipasi masyarakat dalam institusi-institusi demokrasi yang diwarnai oleh berbagai perbedaan perdapat, serta landasan berpikir serta tujuan-tujuan yang di capai adalah suatu kenyataan yang wajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Paradoks James Stockdale ·     The Stockdale Paradox adalah konsep yang dipopulerkan oleh Jim Collins dalam bukunya Good to Great. ·     James Stockdale, merupakan mantan kandidat wakil presiden, perwira angkatan laut dan tawanan perang Vietnam. ·     Inti utama gagasan ini adalah “Anda perlu menyeimbangkan realisme dengan optimisme”. Dalam paradoks, kita sering menemukan beberapa hikmah yang sangat besar. Kesulitan dalam memahami suatu paradoks berasal dari sebuah kenyataan bahwa ketika hal itu didengar sebagai pepatah dalam beberapa bentuk verbal, hal itu bertentangan dan tidak bisa dipahami secara intuitif. Dalam hal Ini yang ingin dikatakan, bahwa paradoks paling baik dipahami melalui pengalaman. The Stockdale Paradox merupakan sebuah konsep yang menurutnya membutuhkan beberapa lompatan mental. Paradoks ini pertama kali dikemukakan oleh Jim Collin, dalam bukunya Good to Great , buku tentang self-help dan kepemimpinan ...

kemana Setelah UN?

Kemana Setelah UN? Pelaksanaan ujian nasioanal 2019 sebagaimana yang di jadwalkan oleh Kemendikbud sejatinya berakhir pada tanggal 08 april 2019. Bagi semua siswa kelas XII, masa-masa seperti ini merupakan saat-saat terakhir bagi mereka menggunakan seragam putih abu-abu. berakhirnya ujian nasioanal ini bukanlah akhir dari segalanya, akan tetapi ini merupakan awal yang baru untuk memulai sesuatu, yang tentunya nanti akan memunculkan pertanyaan “ kemana setelah lulus SMA”? Pertanyaan seperti itulah terkadang yang sering muncul di benak para pelajar yang baru selesai dari bangku SMA. Tidak banyak dari mereka yang kebingunan akan tujuan kemana mereka setelah UN. Apakah mereka akan melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau mencari lapangan pekerjaan, atau melaksanakan walimahan alias menikah? Sekarang saatnya kamu menjawab pertanyaan tadi, yang belum kamu temukan jawabannya, yaitu pertanyaan, "Mau ke mana, sih, kamu?" Jawaban pertanyaan ini menentukan apa...

What is a Life Philosophy?

Di dalam kamus, filsafat didifinisikan sebagai suatu sistem nilai oleh sesuatu   yang hidup. Karena itu, filsafat tidak lain adalah pikiran, prinsip dan pedoman dimana kita hidup. Sebuah filosofi menjadi seperangkat prinsip yang telah teruji oleh waktu, untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Sangat sering, kita tidak tahu apa filosofi hidup kita, tetapi faktanya adalah bahwa kita telah menjalani kehidupan berdasarkan beberapa nilai dan beberapa prioritas. Secara tidak sadar kita telah memiliki filosofi, akan tetapi kita belum mengidentifikasi apa filosofi kita ini. K ita belum memilih filosofi; kita memiliki hanya sekedar menjadi cara hidup kita. Saat kita tumbuh dari masa kanak-kanak ke remaja, dari sekolah, teman sebaya, dan dari rumah, kita cenderung memilih kepercayaan dan nilai-nilai tertentu, dan seluruh hidup kita dibangun di atas hal itu. Ada beberapa orang yang tidak tahu filosofi mereka , mereka hanya menjalani hidup sebagaimana adanya. Sedangkan orang la...