Bulan
Rajab 1440 H yang tahun ini jatuh pada hari Jum’at (08/03/2019) merupakan salah
satu bulan yang terdapat dalam kalender Hijriyah. Bagi umat muslim bulan Rajab
termasuk salah satu bulan haram, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat
At-taubah ayat 36
إِنَّ
عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ
يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ
الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya
bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di
waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah
(ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam
bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah:
36)
Empat Bulan apa saja yang termasuk di dalamnya
kita umat islam tidak boleh menganiaya diri senidri?. Dalam sebuah hadist
Rasulullah SAW bersabda:
الزَّمَانُ
قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ
اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ
ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى
بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Setahun
berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu
tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga
bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan
lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”
Oleh karena itu bulan rajab termasuk dari
salah satu bulan haram, di mana pada bulan – bulan tersebut kita dilarang
berperang dan berbuat kedhaliman, sebaliknya kita dituntut untuk banyak berbuat
kebaikan. Sebagaimana yang di jelaskan ibnu katsir dala kitab tafsirnya:
ثُمَّ
اخْتَصَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ فَجَعَلَهُنَّ حَرَامًا، وعَظم
حُرُماتهن، وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ
وَالْأَجْرَ أَعْظَمَ
Allah SWT mengkhususkan empat bulan haram
dari 12 bulan yang ada, bahkan menjadikannya mulia dan istimewa, juga
melipatgandakan perbuatan dosa disamping melipatgandakan perbuatan baik.
Oleh karena itu ada beberapa amaliyah yang
utama di bulan rajab, Salah satunya adalah puasa.
mengenai
kemuliaan puasa, dapat disebutkan dua makna yang menyebabkannya memperoleh
sebutan yang demikian:
Pertama, bahwa
pelaksanaan puasa terdiri atas upaya mencegah diri dari sesuatu atau
meninggalkan sesuatu. Yang demikian itu mengandung rahasia tersendiri,
mengingat tiadanya suatu amalan konkret padanya yang dapat dilihat oleh orang
lain. Sementara itu, semua amalan ketaatan kepada Allah, selain puasa,
mengandung kemungkinan untuk dapat disaksikan oleh orang banyak. Puasa tidak
ada yang dapat melihatnya, kecuali Allah Azza wa Jalla. Sebab, ia adalah amal
dalam batin seseorang, dilaksanakan hanya dengan kesabaran semata-mata.
Kedua, puasa
adalah amal yang menghinakan setan— musuh Allah—dengan cara paksa. Hal ini
mengingat bahwa sarana setan terkutuk untuk mengelabui manusia ialah pelbagai
syahwat pembangkit nafsu. Sementara nafsu akan menjadi makin kuat dengan makan
dan minum. Karena itu, Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya setan itu mengalir
dalam diri manusia seperti mengalirnya darah, maka persempitlah saluran-saluran
baginya dengan lapar.”
Demikianlah, mengingat puasa adalah perbuatan yang secara khusus
mengandung penghinaan dengan paksa terhadap setan, dan juga sebagai upaya
menyumbat salurannya atau mempersempit tempat mengalirnya, maka puasa sudah
sepatutnya memperoleh kemuliaan penisbatan kepada Dzat Allah Swt. Dalam upaya
menghinakan musuh Allah itu, terkandung pula pembelaan untuk Allah Swt.
Sementara itu, siapa yang membela-Nya, pasti akan memperoleh pembelaan dari-Nya
sebagai balasan
Komentar
Posting Komentar